Wew..wew sabaar…otak saya gak mau diem…ngomong ini-itu…hihihi macet kudu disalurkan daripada mampet;-)

Ini yang saya pikirin daritadi saya suka banget mikir; Apakah ini rahmat atau ujian?

Maksudnya gini kadang kalau lagi menghadapi suatu situasi atau keadaan yg ga enak…langsung judge ini sih cobaan..padahal gak jarang buahnya terasa manis…aah bukankah seharusnya ini rahmat?

Sebaliknya kalau dapet sesuatu yang enak-enak pasti dong bilangnya rahmat…tapi kadang gak menutup kemungkinan bikin kita lupa bin lalai. WAduh Jangan-jangan ini ujian?

(Garuk-garuk kepala) lieur euy ;-)  

Mungkin banyak, yang udah pernah baca kisah ini ;

Seorang ayah dan putranya memiliki sejumlah tabungan yang mereka habiskan seluruhnya, untuk membeli seekor kuda hitam. Tetangga banyak yang mencibir, hidup pas-pasan ngapain beli kuda?  mahal lagi ditipu tuuh…
Mereka pun menjawab : Kami tidak tahu apakah ini rahmat atau ujian? Tapi kami hanya berusaha untuk berbaik sangka pada Allah….

Kuda itu dirawat dengan telaten, hingga suatu hari kuda tersebut hilang dari kandangnya. Biasa dung, tetangganya pasti komentar : kasian banget udah beli mahal eh sekarang ilang.
Mereka tetap menjawab : kami tidak tahu ini rahmat atau ujian? Kami hanya berusaha berbaik sangka pada ketetapan Allah…

Tiga hari kemudian, kuda itu kembali dengan membawa sejumlah temannya kuda-kuda liar. Wow, tetangga-tetangga ikut heboh, wah selamat ya ketiban rejeki nomplok deh.
Jawaban tetap sama : kami tidak tahu ini rahmat atau ujian? Kami hanya berusaha berbaik sangka pada Allah…

Suatu hari, ketika sedang melatih salah satu kuda liar..si anak mengalami kecelakaan…ditendang si kuda tersebut. Tetangga bilang ; wah ternyata kuda-kuda liar itu cuma bawa bencana aja.
Lagi-lagi jawaban yang keluar tetap sama ; kami tidak tahu apakah ini rahmat atau ujian? Kami hanya berusaha berbaik sangka pada Allah….

Kaki si anak patah..hingga ia tidak bisa bangun dan berjalan. Suatu hari, pemimpin desa mereka mengumumkan wajib militer dan seluruh pemuda wajib ikut serta. Kecuali tentunya si anak, karena terbaring lemah tak berdaya. Tetangga banyak yang bersedih hati harus melepas putra mereka berperang, yang mereka tahu pasti ada kemungkinan putra mereka gugur dan tak pernah kembali. Betapa beruntungnya anakmu tetap disisimu..kata para tetangga.
Sudah pasti jawaban mereka tetap konsisten : Kami tidak tahu ini rahmat atau ujian? Kami hanya berusaha berbaik sangka terhadap segala keputusan Allah….;-)

Lumrah, kalau saya mengeluh, sejuta tanya…dan tentunya pertanyaan utamanya ; kenapa saya? Kenapa saya yang harus mengalami hal ini? Kenapa saya tak diberikan sama seperti yang lain? Kenapa saya harus dipersulit? Kenapa saya tidak dipermudah? Endebre..endebre..endebre…(dsb)

Yup..sejuta pertanyaan mengapa? WHY ME? ???

Seketika tertegun, saya merinding, bergidik ketakutan…membayangkan kalau Sang Pencipta..Sang Maha Kuasa memberikan jawaban ;
                               WHY NOT? ?

Astagfirullah….:-(

Depok