Archives for the day of: Januari 22, 2012

Suatu hari anak tetangga, ngebut bersepeda lewat depan rumah ;
Khal : hey, awas tau ada kucing jangan di tabrak..ntar mati kan kasian? ??
Dan, besoknya si anak itu mau lewat lagi ;
Khal ; awas nek, ada anak bandel!

Hussst! !!

Malem-malem.. Nenek lagi asik makan..
Khal ; nenek maemnya cepet dong?
Nenek : kalau cepet-cepet nanti ketelen duri ikannya gimana?
K : nanti nenek meninggal ya?
N : terus gimana kalau meninggal?
K : ya nenek dikubul
N : terus kamu ama siapa? 
K : kan aku ada satu nenek lagi yang diAceh..

Hussst!!!

Saya dan nenek..bisa melongo, saling pandang..ini bocah diajarin siapa?

Terus, kalau kami berusaha kasih tau..kalau itu gak boleh…
Dengan gontai :
Khal : nenek jangan malah2 dong, maapin khalila ya?

Siapa yang bisa menolak permintaan maap macam ni;-)

Rumah Nini

image

Lagi saya mengutip sejarah…nyadar banget kalau pengetahuan saya tentang sejarah islam nyaris tak ada isinya :-(

Berikut yang saya kutip ;

Tetapi tiap pahlawan punya kisahnya sendiri.

Satu hari Thalhah berbincang dengan Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallalaahu ‘ Alaihi wa Sallam meminta Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dg Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikkannya maksud itu pada seorang kawan ” Ya, akan kunikahi Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al-Ahzab, ” Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi istri-istrinya sesudh wafat selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Dia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan umrah dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah’ Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, kecemerlangannya. Persis seperti ‘ Aisyah binti Abu Bakar.
(Mengutip dari buku Dalam Dekapan Ukhuwah)

Tepat di halaman 291, hati saya nyes sekali rasanya…merinding haruuuu…dan seketika terlontar doa untukmu nak ;

Ya Allah…semoga Aisyah binti Yusuf kelak memiliki permata kehidupan yang sama (amin)

Mendung Menggelayut di Rumah Nini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.