Archives for the month of: Desember, 2011

Cinta…
Air mata yang kusembunyikan di balik senyum dan berselimut sujud di malam-malam panjang
Adalah isyarat pada luka
Atas cintamu yang diam-diam
Menyelinap pergi….(Asma Nadia)

Bu saya sudah beresin barang saya sedikit demi sedikit, saya sudah minta suami pisah saja bu?

Hah? Mbak sabar…jangan kepengaruh omongan sana-sini dulu

Bu, kakak saya juga bilang sabar, tapikan ini saya yang jalanin Bu..saya gak kuat…saya masih tetap menyuci baju, menyediakan makan, tapi suami gak berubah.

Dalam sebuah perkawinan, kedua belah pihak haruslah berbahagia. Bila satu pihak berbahagia di atas penderitaan pihak lainnya, maka perkawinan itu sudah tak bisa dikatakan baik. Dalam hal ini, perempuan dan laki-laki memiliki hak untuk berbahagia dengan porsi yang sama.

Berasal dari keluarga yang patah..saya paham sekali sulitnya kondisi ini…:-(

Mbak..akan membawa kedua anaknya..Bapaknya sedang tergila-gila kasian ntar anak saya gak keurus, walau saya sedih liat anak-anak, saya takut perceraian saya dampaknya jelek ke anak,katanya.

Kutipan dari buku Asma Nadia ;

Orang seringkali lupa, bahwa rumah tangga yang tak harmonis, jika dibiarkan berlarut-larut juga dapat mempengaruhi anak-anak. Melihat orang tuanya bertengkar setiap hari, tak ada kemesraan, rumah tangga bagaikan neraka.

Sungguh tak bermaksud minta mbak bercerai. Semua terserah mbak? Jika memang masih bisa diperbaiki, sebaiknya diperbaiki. Jika tidak, maka ambillah langkah yang benar. Sebab tinggal dan bertahan dalam rumah tangga yang sudah tak lagi dapat dipertahankan akan membuat semua pihak menderita.

Mbak..terlihat kurus dan kuyu..dia bilang kalau di rumah kepikiran terus..sedangkan kalau di rumah alamarhum emaknya pikirannya lebih tenang dan adem. Banyak mpok dan adek saya yang menghibur.

Ah mbak, tahun akan berganti..akankah ini akan menjadi tahun terakhir perkawinan mbak?
Keinginan saya cuma ini Bu ;
Saya minta di ‘rapikan’ oleh suami, dipulangkan dengan baik-baik..seperti dulu dia juga meminta baik-baik ama orang tua saya. (ini Resolusikah mbak? )

Apapun itu mbak, seperti yang lainnya semoga tahun yang akan datang tahun yang membawa banyak kebaikan & berkah untuk mbak sekeluarga dan untuk kita semua O:-)

Depok

Baca kutipan ini di salah satu buku ustad Yusuf Mansur (bukan Yusuf suamiku hihi) ;

1. Kita mencari kesembuhan, bukan mencari Allah. Maka kesembuhan susah kita dapatkan. Kalaupun sembuh, lupa lagi seakan gak pernah sakit. Namun, dg mencari Allah bukan sekedar kesembuhan, banyak orang justru akhirnya dapat menikmati penyakit yang diderita.

2. Kita mencari rezeki…, bukan mencari Allah. Dengan mencari Allah, maka dengan mudah Allah bukakan pintu rezeki, yang halal, yang baik, yang banyak, dan yang berkah.

Kaitannya???

Saya hanya berpikir..merenung, selama ini saya kemana aja? Maksudnya gini sering banget saya menyelesaikan masalah hanya dengan akal dan logika. Kalau, gagal baru saya mencari Allah..berdoa karena susah (ah klise!).

Dari, kutipan itu saya mulai mikir, oooh ternyata polanya terbalik ya…mencari Allah..berdoa, berikhtiar kemudian pasrah & ikhlas.

Saya itu panikan, baru kecipret masalah aja stress..rasanya karena saya kurang berserah..saya lupa bila Allah tidak berkehendak memberikan pertolongan..maka semua percuma. Sebaliknya, betapapun bahaya tapi kalau Allah menghendaki keselamatan kita, tetap akan terjadi.

Ah, tahun akan berganti…semoga tahun depan pola ini bisa saya terapkan..saya gak lupa daratan lagi..sok pintar lagi merasa akal menyelesaikan segala-galanya tanpa campur tangan Sang Pencipta…padahal kan kapasitas manusia ada batasnya.

Wahai Zat yang tidak pernah menutup pintu
Andai Kau tutup pintu-Mu bagiku
Kemanakah lagi aku harus mencari pertolongan?
Ampuni dan ingatkan aku Ya RabbO:-)

Depok

image

image

image

Perjalananmu dimulai dari perutku menuju dekapanku. Namun itulah perjalanan yang mengubah kita berdua..Bukan cuma berdua sih bertiga.

Kehadiranmu penuh pelajaran dan kebijaksanaan, iya belajar menjadi sabar..menjadi bijaksana, gak lagi egois ama diri sendiri. Dan, menjadi pembelajaran seumur hidup.

Terima kasih neng..karena Allah mengijinkan kau hadir melalui aku…maka itu pula aku  mendapat ucapan selamat di hari ibu.

Foto-foto ini diambil saat awal-awal liburan. Bukan ditempat khusus cuma pergi ke Gramedia aja cari-cari buku buat temenin saya liburan. Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia…wew cukup membuka mata saya tentang kehidupan pernikahan, sekaligus bersyukur…:-)

Kok fotonya lagi makan-makan? Yaa namanya juga kegiatan standar abis jalan-jalan makan.. Makan apa? Standar, seadanya aja ;-)

Terima kasih abang..atas ketawa-ketiwinya. Kamu melangkah cepat hari ini, walau saya mesti setengah berlari di Margo City, agar dapat berada tepat di samping-di sisimu. Dan, Insyaallah aku akan terus berusaha melangkah bersama (amin)
Sherlock Holmesnya lumayan seru ya darl.. o_O

Kan ku sentuh kalian lewat sujud..
Kan ku minta kepada Tuhan,
Lewat angin ciptaan-Nya,
Untuk menyampaikan salam kepada kalian yang kusayang…. ;-)

Depok

image

image

image

image

image

image

image

Sebelum libur, Sms temen sambil ngayal iseng-iseng berpepesan kosong:

Rin, kangen bandung..kali aja liburan ini bisa ngumpul ma lo pade?

Yuuk boleh tapi jangan lama-lama, sehari aja gw cutinya (jawab teman)

Beberapa hari setelahnya, datang lagi sms dari Rin ;

Batal deh bu kayanya keuangan gw lagi menipis nih..:-(

Ok!!

Suatu hari, teman saya Lina yang berdomisili di Bandung mengirimkan sebuah sms duka cita..ayahanda telah berpulang :-(

Lina adalah sahabat kami, sosok yang rame dan super heboh, teman yang rela kami repotin dalam segala hal.

Inisiatif datang dari Rin, gak enak rasanya kalau kami tidak datang melayat, kalau memang ada waktu dan kesempatan kenapa tidak??

Sepakatlah bertemu di Terminal Leuwi Panjang? Loh emang gak bareng? Karena kebetulan saya sedang berlibur di rumah nini..maka saya langsung berangkat dari sana.

Tidak melalui tol cipularang, namun dari subang lewat lembang. Biasanya saya pulas, apalagi sendirian..o.o..o kali ini tidak, mata saya jelalatan…7 tahun iya selama itu saya tidak pernah ke Bandung lagi. Apalagi, lewat jalur ini entah kapan terakhir??

Udara dingin mulai membius..plang-plang bacaan sepanjang jalan saya perhatikan dengan seksama. Masih gak percaya?? Wow..:-)

Akhirnya Rin sampai duluan..doi udah mejeng..plus kebelet nunggu saya depan rumah makan Ampera, persis depan terminal. Alamak..saya terjebak macet dalam kota..tapi saya tetap happy..:-)

Wew..jeng Rin..keren amat biasanya janjian di ITC, ambass, stasiun tebet atau tanah abang. Lah ini? Di terminal luar kota wkwkwkwk luv u prend :-)

Sesaat sebelum angkot berhenti Rin berteriak “pipis..pipis” hah!!! Mbak-mbak yang diangkot ketawa geli..karena asik ketawa juga, saya lupa bilang “kiriii bang” ..kelewatan dikit..ciiit….:-)

Sampailah kami di tujuan..keluarga Lina..sebelas dua belas ama doi ramaaaah semua..sampe dimasakin segala..Lina tampak tegar, tapi tetap kami menangkap duka di matanya ketika bercerita..apalagi salah satu wasiat papapnya adalah sebuah tabungan yang khusus diberikan, sebagai bekal untuk si anak menikah nanti ( hiks terharu).

Puas..bercerita..becanda menghibur hati kawan. Saya & Rin..memutuskan mencari tempat penginapan, karena kemaleman bok :-) Cari yang murah saja, akhirnya kami memilih sebuah wisma di Jl Pelajar Pejuang.

Bak orang ling-lung..kita bener2 blank…secara Lina sedang mempersiapkan tahlilan. Gak berani cari makan jauh-jauh..Bakmi ABG jadi pilihan makan malam..rasa bakmi ricanya lumayan..basonya juga enak :-)

Rin..ngajakin menjelajah malam di Bandung..tapi oh tapi aku tak beraniii lagi :-) Nyali udah ciut sejak beranak-pinak hehehe saya ajak balik aja daaah istrahat biar bugar :-) (dasar emak-emak)

Tidur jam 8 malam…tepar karena cape..tapi jreeng terbangun jam 3 pagi…ngobrol ngalor ngidul, bak anak kosan..hihi beda dikit deh temanya. Sukses kedinginan, padahal kamar no AC:-) dan tak tidur lagi say ;-) sambung – menyambung sampai pagi:-)

Jam setengah 6, keroncongan lagi-lagi jalan dikit..berharap ada lontong kari, kupat tahu atau nasi kuning gitu..aih emang di Kosan…gak ada bok..dan cuma nemu dunkin yang buka 24 jam. Vanilla late dan roti coklat..nyam..nyam..srupuuuut..dingin gini dahsyaatlah… Sambil liat jalanan kami berdua asik aja lanjutin obrolan..mulai dari sebelum-bangun tidur, sepanjang jalan..maklum pere :-)

Wew.si Jeng sahabat tetap bersedia mengantar kami, baiknya kamuuu teman :-) Rasanya gak lengkap, kalau gak mampir hihi..cari yang angkotnya gampang…yup Alun-Alun ajalah KINGS :-)

Bisa dibayangkan hebohnya kamiO:-) apa yang dicari? ?? Apa ajalah keliling-keliling aja. Puter-puter, mata saya jelalatan..sambil terus nanya-nanya. Si Rin heraan? Lo kaya gak pernah tinggal disini?? :-)

Fiuh..saya gak kalap cuma beli satu terusan kaos aja..ih padahal ampuunn lucu-lucunya :-) benerlah kamu itu Paris Van Java ;-)

Makan siang sebelum pulang? Pingin timbel, Ampera yang di lantai atas jadi sasaran. Sedeep sambal nya yang sangat pedas, ayam cabe ijo..sop buntut, tempe bacem, tahu goreng..jangan lupa lalapan :-)

Akhirnya, pamitan cipika-cipiki…ahhh entah kapan jumpa lagi? Wish suatu hari nanti janjian di stasiun tugu ( ehm..ehm..ehmm..melirik seorang teman) kami semua pun serentak mengamini.

Bersama kalian, walau singkat..niat nyoba kulineran makanan yang baru-baru juga belom kesampean…aaah sedang bagian relung hati yang lain :.sayang-sayangan sama neng dan abang..seolah melengkapi…menyempurnakan nikmat-rahmat Sang Pencipta.

Kesannya sederhana tapi sungguh terasa begitu mewah :-)

Alhamdulillah ;-)

Tol Padalarang

image

image

image

Hujan gemericik menyambut kami ketika sampai sini…ehm bau tanahnya khas ;-)

Kali ini tanpa abang, bertigaan dengan nini, naik bus. Tiket Bus AC sold out, tak pantang menyerah akhirnya nekat bus ekonomi. Anakku gak rewel..walau rada panas, kok rada? Yah karena beberapa lama kemudian cuaca berubah mendung. Kadang gak tega, tapi biarlah neng merasakan beragam fasilitas kehidupan, yang tak selamanya nyaman.

Bu kok boleh sih anak mbaknya main ke rumah? Main ama khalila? Bu kok boleh sih khalila diajak main ke rumah mbaknya? Emang dia bersih gak kan dia orang kampung?  Bu kok boleh sih Khalila ngaji di kampung?

Ckckck..masa PMS gini bikin saya naik darah terus turun lagiii cepet…jantung mau copooot…Wahai penanya usil..usil banget dengan urusan orang…penanya yang..yang…yang aneeeh ¿¿¿¿

Masya Allah..saya orang kampung, datang dari keluarga yang serba pas-pasan..menghabiskan masa kecil di rumah kontrakan petakan…Perlu gak saya jelasin betapa kadang saya ingin mengenalkan kehidupan ini semua pada neng..semata karena takut..takut kalau dia tak bisa bertahan..bertahan kalau sewaktu dunia berputar.  Semata, karena ingin rasa empati tumbuh dalam hatinya, yang pada akhirnya mengantarkan pada rasa syukur…syukur pada semua nikmat Tuhan.

Penanya yang aneh? Iya aneh maksudnya saya jarang bahkan teramat sangat jarang kita berinteraksi. (ketok-ketok meja) tapi kenapa ya kok si penanya up date bener? Tau ini tau itu? Sedang saya, maaf sama sekali blank tentang anda ;-)

Fiuh…lega..ah senangnya sampai di kota kecil ini. Sejauh mata memandang, eh gak jauh di depan rumah aja pemandangannya rimbun banget. Waktu terasa berhenti, lamaaa sekali..hihihi gak kaya diuber-uber, apalagi ujan sepanjang hari, ya udah lah mulut ngunyah gak berhenti-henti. Wuedaaan rek,  makan apa aja nikmat..mak nyus :-)

Ah..tidaaaaak (cubit-cubit perut dan pipi :-)

Desa Patrol

image

image

image

image

image

image

Kalau temanya saung….kayanya pasti nyaman deh.

Saung Talaga Sawangan hanya berjarak 10 menit saja dari rumah.

Khal baru aja selesai demam eh sekarang batpil gak malu-malu lagi mampir.

Wew, cari-cari udara segar, sekalian icip-icip buat emaknya, sekaligus siasat untuk nyuapin makan…sambil kasih makan ikan. Emang ikan Makannya apaan? Pesen menu bakwan jagung eh ajaran si ayah tuh bakwan..langsung dilempariii aja ke bawah saung ini. Tentunya ada perahu yang bisa digunain keliling-keliling dengan tiket Rp 15.000 (dayung sendiri)..Rp 20.000 (dibantu pelayan).

Karena berada di atas talaga..hihi kalau ada sisa-sisa makanan, para pelayan langsung aja cemplungin deh…hap..hap dilahap ama ikan-ikan besar.

Jadi, tak mubazir deh.

Di depan juga ada ayunan sederhana..terus ada bakul jajanan tempoe doeloe..coklat ayam jago, coklat payung, permen kacang warna-warni, sayang gak sempat foto kalau liat wujudnya pasti lebih familiar, soalnya saya gak tau namanya.

Cepet sembuh ya neng..:-P

Sawangan

Mantan gw ngajak TTM an lagi Res? ?

(uhuk keselek plus kaget) secara gak mungkin lagi balikan si teman sudah jadian dengan cewek lain.

Saya gak ngerti, walau si mantan pernah dilabrak pacarnya yang sekarang. Mereka pernah ribut, saling mencaci satu sama lain. Kok, masih nantangin selingkuh???

Susah Res, perasaan gak bisa diajak kompromi…dan temen juga masih tampak limbung memilih salah satunya.

Menurut lo gimana, berat nih..si mantan masih memberi batas waktu sampai tanggal 30 bulan ini?

Oke..kalian masih pacaran. Belum mikir yang ribet-ribet, tapi ada kesamaannya nih antara yang pacaran dan menikah…:

Kalau TTM-an apakah menjamin kebahagiaan? Dijamin gak ada lagi masalah? Bakal heppy terus?

Belum pastikan? Sedangkan, tidak menutup kemungkinan prselingkuhan ini akan tercium si kekasih (isteri bagi yang menikah)..akan kah hatinya sakit? (inget kasus mbak)

Pasti…Hatinya sudah pasti berdarah. Imbasnya bisa merembet kemana-mana..mulai dari hilangnya kepercayaan sampai perpisahan.

Lantas haruskah berspekulasi hanya untuk, kebahagiaan yang belum pasti ..tapi pasti akan menyebabkan kerusakan permanen!!

Depok

Pagi itu, ketika mbak sedang nyuci piring, Bu saya mau cerita..tak lama air matanya tumpah.

Saya bingung, kenapa mbak? Suami saya selingkuh…(air mata terus mengalir), setelah 12 tahun bu, hati saya hancur..saya sakiit banget bu, tiap malam saya nangis..suami saya juga udah ngaku.

Saya bantu dia bu, saya kerja sana sini, pulang kerja saya bersih2 rumah, saya tetep masak buat keluarga.

Jujur, saya selalu salut dengan mbak, pasti saya nanya mbak gak capek? Kok bisa pulang dari sini, nyambung nyuci dan masak?

Anak-anak juga udah tau bu, bahkan si sulung udah gak mau ngomong sama bapaknya. Perempuan itu ‘membumbui’ suami saya bu, sikapnya berubah total, sekarang dia galak banget, saya gak tau salah saya apa, selalu dimarahi.

Sabar ya mbak? Mudah memang mengatakannya, gak kebayang kalau saya ada di posisinya..se-tabah mbakkah?

Setelah 12 tahun (kembali dia mengatakan itu, seolah menyayangkan..seolah bilang tolong jangan hancurkan mahligai ini). Dulu, saya pontang-panting cari pinjeman Bu waktu suami sakit parah, saya rawat dia bahkan ketika keluarganya gak peduli. Saya juga yang lunasin segala pinjaman.

Teganya bu, ini semua balasannya. Bahkan, saya pun mengalami keanehan dalam diri saya bu, badan saya lemes terus…sampai akhirnya saya datang ke Bu Haji untuk rukhiyah. Bu Haji bilang dalam tubuh saya ada kuntilanak yang dikirim perempuan itu bu. Ibu liat badan saya tambah abis. Sebanyak apapun makanan yang saya makan, gak jadi daging. (untuk ini percaya gak percaya tapi badan mbak memang menyusut). Saya rukhiyah bu, kening saya diteken..dan si mbak pun bersumpah demi Allah ibu saya mendengar sendiri suara makhluk keluar dari tubuh saya.
Astagfirullah, akhirnya mbak pun rutin melakukan rukhiyah selama tiga kali. Sampai akhirnya si mbak merasa tubuhnya lebih enteng dan makhluk itu pergi.

Kasian, kinerja mbak menurun walau saya liat dia tetap berusaha sekuat tenaga untuk tampil tegar. Sang suami makin menggila, tidak pernah lagi memberikan nafkah untuk keluarga. Pontang – panting bayar kontrakan, mengajukan kasbon sana sini..bayar sekolah anak.

Hatinya hancur berkeping-keping, satu hari berkata saya mau minta cerai bu, jelas-jelas suami mengakui dia sudah berhubungan badan. Harga diri saya diinjak-injak.

Hari lain, bu saya gak tega liat anak-anak. Kata orang biarlah di rumah dia suami saya, kalau di luar biar dia tanggung dosanya sendiri.

Ah mbak saya tau kau berusaha sembuhkan luka itu..gamang, gak tau harus berbuat apa? Andai saja suami mengerti betapa mbak menjaga perasaan anak-anak agar tak terluka, ia berusaha agar keributan ini gak di dengar anak-anak. Tapi dilain pihak, si suami asik cekakak cekikik dengan cemceman di handphone depan anak-anak.

Andai suami mengerti kalau istri bawel minta nafkah semata juga karena ingin sosok ayah tetap terlihat baik di depan anak-anak. Ayah masih bertanggung jawab dengan kehidupan keluarga. Tegakah kita merusak memori anak tentang orang tua mereka?

Saya jadi merenung, saya baru 4 tahun, gak ada apa-apanya dengan mbak. Akankah saya terus bersama abang? Manusia tidak pernah tau kita hanya bisa berdoa..semoga terus sakinah berdua, sampai tutup usia.

Semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untukmu mbak;-)

Menikah itu enggak mudah. Banyak yang harus diperjuangkan untuk mempertahankannya. Enggak melulu indah. Kadang kita yang harus mengalah, kadang dia yang harus di desak. Dan, ini perjuangan seumur hidup. Karenanya, menikah itu disebut ibadah.

Sambil nemenin neng nonton Dora dan tentu nyuapin maem..Depok

image

Bundaaaa keljaaa gak?(sambil teriak dari dalam kamar)
Libuur Kak…(teriak saya dari luar)

Anak memang tampak happy-sumringah, kalau ada ibunya. Celetuk sang ayah.

Udah di rumah dulu, ngerasain jadi ibu rumahaan jangan minta jalan-jalan melulu baru libur hari pertama..sambung doi lagi. (huuuuuu)

Yup itenarynya adalah jalan pagi, rencana bebenah barang-barang yang berantakan belum semua terlaksana.

Mencoba salah satu resep masakan, nasi bakar..yey, dapet resep dari temen. Nasi yang dibakar dengan campuran sayur dan telur..well, menurut saya lengkaplah buat neng..bisa modifikasi kasih keju dan susu UHT..namun berhubung tak ada stok. Mirip omelet telur, tapi isi nasi cuma gak digoreng, dibakar dengan twin pan. Cepat, dan lumayan buat variasi neng.

Seneng, nasi yang biasanya masuknya rada alooot, kini agak gampang..secara wujud nasinya kan gak kelihatan..Khal bilang pizza:-)

Saat si kecil bubu siang, emak bapaknya rujakan di teras depan…si abang kepedesan, tapi tetap chubby lagi seksi :-)

Aaaah, what a day;-)

Depok

Terima-kasih untuk mbak berbaju merah dengan jilbab senada. Menyolek-nyolek bahu saya, mengingatkan rambut yang tersingkap. Maklum copot helm di penitipan motor Stasiun Depok, ceroboh gak liat-liat lagi.

Baru pertama ketemu, entah kapan jumpa lagi dan tak kenal. Senyumnya ramah..manis dan terasa hangat sekali :-)

Beberapa hari tanpa bekal, padahal sisa masakan masih ada, kata teman kapan lagi kita kumpul makan di warteg atau masakan padang, kalau gak pas lowong gini…hoho oke… ;-) Pak Gudeg jualan dong.. ;-)

Yeey hari terakhir, mulai besok alarm istirahaaaat :-) Sampai jumpa tahun depan

Stasiun Cikini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.